
PEMATANGSIANTAR – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menegakkan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan peradilan agama, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan, Yang Mulia Bapak Dr. H. Insyafli, M.H.I., melaksanakan kunjungan pembinaan resmi ke Pengadilan Agama (PA) Pematangsiantar pada Jum'at, 5 Juni 2026.
Kunjungan kerja ini didampingi langsung oleh Hakim Tinggi PTA Medan, Ibu Dra. Biva Yusmiarti, M.A. Kehadiran rombongan pimpinan luhur PTA Medan tersebut disambut hangat dengan penuh rasa kekeluargaan oleh Ketua PA Pematangsiantar, Ibu Sri Hartati, S.H.I., M.H., di halaman utama kantor pengadilan.
Usai penyambutan, acara inti pembinaan segera digelar di Ruang Sidang Utama PA Pematangsiantar. Agenda penting ini dihadiri oleh jajaran pimpinan yang terdiri dari Hakim, Panitera, Sekretaris, serta seluruh pejabat fungsional, struktural, dan segenap ASN di lingkungan PA Pematangsiantar.
Dalam arahannya, KPTA Medan, Bapak Dr. H. Insyafli, M.H.I., menekankan empat poin fundamental yang harus diinternalisasi oleh seluruh aparatur peradilan dalam menjalankan tugas sehari-hari:
-
Integritas dan Tanggung Jawab Kerja: Beliau mengimbau seluruh aparatur untuk senantiasa bekerja dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab penuh terhadap amanah jabatan yang diemban demi menjaga marwah institusi peradilan.
-
Menghindari Sifat Iri Dengki: Aparatur diingatkan untuk fokus pada pengembangan kompetensi diri sendiri serta mendukung kemajuan rekan kerja, serta menjauhi sifat iri hati yang dapat merusak soliditas tim.
-
Pentingnya Rasa Syukur: Mengajarkan pentingnya mensyukuri setiap nikmat dan capaian hidup yang ada agar tercipta lingkungan kerja yang positif, tenang, dan penuh berkah.
-
Prinsip Kesiapan Diri (Self-Care): Beliau menyampaikan pesan filosofis untuk mengutamakan kualitas dan kesiapan diri sendiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain. Hal ini bermakna bahwa pelayanan prima kepada masyarakat hanya dapat diberikan secara optimal apabila aparatur memiliki kondisi fisik, mental, dan kompetensi yang prima.

Kegiatan pembinaan berlangsung dengan khidmat, interaktif, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Acara kemudian diakhiri dengan sesi bersalam-salaman sebagai wujud mempererat tali silaturahmi serta foto bersama guna mengabadikan momen kunjungan kerja tersebut.
Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh jajaran Pengadilan Agama Pematangsiantar dapat terus meningkatkan komitmennya dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
_TIM IT PENGADILAN AGAMA PEMATANGSIANTAR_